Ahmad Al Jazuly

Tak perlu berakademisi dalam bermodernisasi.

Jannatul Maiyah

Bersama Jannatul Maiyah menembus awan

Ahmad al jazuli and Nurul qhomariyah

Kami serahkan takdir kita kepada tuhan

The Habbibers

Imam Makhrus-Ahmad Jazuly-Siti Nur Azizah.

Ahmad Al Jazuly

Kimcil kepolennnnnnnnnnnnn....................

Sabtu, 10 Desember 2016

DAUR (02) Belajar Alif Ba Ta Agamaku
EMHA AINUN NADJIB  •  4 Februari 2016 #Daur #Esai

Ya Tuhan raja diraja semesta alam, inilah dosa-dosa dalam ‘Doa Mohon Kutukan’ ku. Jika berkat kemaha-dermawanan-Mu ada bagian dari ini semua yang Engkau tak anggap sebagai dosa, itu adalah bonus rizki dari-Mu. Tetapi demi menjaga rasa aman hatiku dari kemaha-kuasaanMu, kupilih rasa dosa ini, agar bertambah linangan airmataku ke hadirat-Mu.
Pertama, ‘Doa Mohon Kutukan’ itu sama sekali bukan puisi. Itu hanya deretan kata dan kalimat dari orang yang bingung dan tidak kuat menanggung kesedihan atas keadaan bangsanya. Sama sekali tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai puisi atau karya seni. Itu hanya muntahan hati yang frustrasi.
Mudah-mudahan jangan lagi ada yang mengkategorikan aku sebagai penyair, seniman, apalagi budayawan. Namun jika ada yang terlanjur menyebutku sebagai budayawan, kudoakan Allah meningkatkan derajat sorganya di akhirat, serta menambahkan limpahan kesejahteraan dan kebahagiaan beliau sekeluarga serta ummat pengikutnya.
Tidak kusertakan doa agar Tuhan mengampuni dosa dan kesalahannya, sebab aku
    S earch....
DARI CN KEPADA ANAK-CUCU DAN JM
tidak akan pernah menuduh siapapun sebagai pelaku dosa. Selalu kuyakini orang yang bukan aku sebagai calon penghuni sorga.
***
Kedua, kalimatku tidak tegas mengemukakan kandungan maksud atau hajatnya. Misalnya “Dengan sangat kumohon kutukanmu ya Tuhan, jika itu merupakan salah satu syarat…” — seharusnya dilengkapi menjadi: “Dengan sangat kumohon kutukanmu kepadaku ya Tuhan, jika itu merupakan salah satu syarat…”. Kata “kepadaku” kenapa tidak aku cantumkan.
Seharusnya aku tuliskan statement yang lebih tegas dan transparan kepada Tuhan bahwa aku bersedia dikutuk oleh-Nya demi kesembuhan penyakit-penyakit yang fantastis pada Negara dan Bangsaku. Komplikasi permasalahan, campur aduk segala macam racun, lipatan-lipatan problem, silang sengkarut permasalahan, yang jangankan akan disembuhkan, bahkan pun kewalahan semua ilmu manusia untuk mendata dan merumuskannya.
Seharusnya kupakai bahasa yang lebih sederhana, bahwa aku bersedia hancur demi keselamatan bangsaku.
***
Ketiga, doa itu juga sangat kecil kemungkinannya untuk didukung oleh temantemanku maupun ummat dan masyarakat umum. Ia tidak kompatibel dengan alam pikiran kebanyakan orang dari bangsaku. Nilai-nilai yang melahirkan doa itu bukan sekedar tidak sama dengan keyakinan dan pilihan sikap hidup kebanyakan orang, terutama para pemimpin dan kaum terpelajar. Bahkan banyak yang bertentangan. Sebagian malahan amat sangat berbalikan.
Sehingga tidak terjadi akumulasi energi, tidak terdapat penghimpunan tenaga doa yang bisa menyentuh langit. Misalnya kalimat-kalimat “…merasa cukup atas kekuasaan dan kekayaan yang telah ditumpuknya…”, “…Ambillah hidupku sekarang juga, jika memang itu diperlukan…”, “…diperlukan tumbal sebatang jari-jari tanganku, maka potonglah…”, “…maka kalahkanlah aku, asalkan sesudah
kemenangan itu ia…”, “…Hardiklah aku di muka bumi, perhinakan aku di atas tanah panas ini, jadikan duka deritaku ini makanan bagi kegembiraan seluruh sahabat-sahabatku dalam kehidupan…” dlsb.
Itu hampir semuanya bertentangan dengan kelaziman sikap hidup manusia modern yang mengutamakan perjuangan mencapai eksistensi, pembangunan citra, pengagungan kehidupan yang ini dengan skala prioritas kemenangan, kejayaan, kesejahteraan dan kebahagiaan dunia.
Hampir sama sekali tidak mungkin ummat manusia Abad 21 yang sudah sangat puas dan bangga oleh kemegahan dan kemewahan dunia, di mana maut diyakini dan dirasakan sebagai tragedi — percaya ada makhluk di antara mereka yang bersedia dimatikan oleh Allah untuk menjadi cicilan ongkos bagi kehidupan masyarakatnya. Bersedia untuk kalah dan dikalahkan demi kemenangan bangsanya. Atau bersedia ditindih oleh penderitaan dan kesengsaraan demi keselamatan Negara dan kemakmuran rakyatnya.
Tidaklah bisa dipercaya oleh manusia bangsa-bangsa masa kini bahwa ada seseorang di antara mereka mau meniadakan dirinya sendiri, membuang eksistensinya sendiri, mempuasai karier dan kemungkinan kejayaannya sendiri — untuk disedekahkan kepada syarat rukun yang diperlukan untuk sembuhnya sakit mental, akal dan hati bangsanya dan terutama para pemimpinnya.
***
Keempat, ungkapan yang secara tidak tepat aku tuliskan sebagai doa dan kubentuk seakan-akan puisi itu — sangat mencolok mencerminkan ketidak-mengertianku atas diriku sendiri. Ketidak-tahuan atas kekecilan dan kekerdilanku.
Sehingga dengan kandungan kesombongan batin aku memimpikan keadaankeadaan yang sedemikian ideal untuk bangsaku: “…agar pemimpin-pemimpinku mulai berpikir untuk mencari kemuliaan hidup, mencari derajat tinggi di hadapanMu, sambil merasa cukup atas kekuasaan dan kekayaan yang telah ditumpuknya…”, “…untuk membersihkan kecurangan dari kiri kananku, untuk menghalau dengki dari bumi, untuk menyuling hati manusia dari cemburu yang
bodoh dan rasa iri…” dst, dst.
Betapa dungunya, betapa pungguknya doaku yang merindukan rembulan yang berupa perkenan kabul dari Tuhan. Seolah-olah sedemikian bersahajanya konsep penciptaan alam semesta dan makhluk-makhluk oleh Tuhan. Seolah-olah perikehidupan ummat manusia itu baru dimulai kemarin sore tatkala Adam diciptakan mungkin sekitar tak sampai seratus ribu tahun silam. Seakan-akan para Malaikat tak pernah punya pengalaman mengurusi makhluk-makhluk pra-Adam 18 milyar tahun sebelumnya.
Seakan-akan para Malaikat itu tidak pernah matur kepada Tuhan “untuk apa Engkau ciptakan manusia, yang toh kerjanya cuma merusak bumi dan menumpahkan darah”. Seakan-akan tidak pernah ada kreativitas yang menyangkut fenomena keaktoran Iblis. Kok tiba-tiba aku berdoa kepada Tuhan dengan cara berpikir sesederhana orang beli kacang di pasar.
Alangkah tak pahamnya aku tentang Agama dan otoritas absolut Tuhan.
***
Dan kelima, sangat memperjelas betapa aku tidak paham Agama. Apalagi Agama yang disebut Islam. Tulisan “Doa Mohon Kutukan” itu bisa disalahpahami oleh orang-orang yang sama-sama tidak paham Islam sebagaimana aku — sebagai doa konyol yang bukan hanya tidak dikabulkan oleh Tuhan, melainkan bahkan malah bisa jadi mencelakakan Negara dan Bangsa Indonesia.
Mereka bisa dengan sembrono menyimpulkan bahwa gara-gara doa terkutuk itu Bangsa kita disesatkan oleh Tuhan. Tidak kunjung ditolong untuk keluar dari masalah-masalah, malahan diperparah. Akal sehatnya diruntuhkan sehingga salah parah dalam memilih pemimpin dan senantiasa berlaku salah arah dan salah langkah. Harga diri ambruk, mental tumbang, logika hancur, semakin banyak orang yang bodoh-kwadrat: tidak mengerti dan tidak mengerti bahwa mereka tidak mengerti.
Dan senyata-nyatanya aku sendirilah urutan pertama bodoh-kwadrat itu. Semoga
masih ada sedikit ampunan Allah kepadaku. Sekarang saya thimik-thimik mulai belajar alif ba ta Agama sambil menatap-natap dari jauh orang-orang yang mengabar-ngabarkan sebagai Islam.
Dan ya Tuhan…lihatlah dalam sejarah ketidakpahamanku itu kemudian kutulis pula “Doa Mencabut Kutukan”…..
Dari cn kepada anak-cucu dan jm 1 Pebruari 2016
LAINNYA
Daur (243) Perayaan Kesalehan
Concern generasi Junit Toling Jitul terhadap kesalahen bisa jadi....
Daur (242) Pemimpin Keluarga-Keluarga
Kaum muda generasi Junit Toling Jitul itu memiliki kecenderungan....
Daur (241) Pemimpin Penggelapan
Kenapa Markesot sampai tertawa keras bahkan terpingkal-pingkal? Orang tertawa....
Daur (240) Pemimpin Yang Mencahayai
Kalau orang dikurung di dalam kegelapan, maka impian terbesarnya....
Daur (239) Generasi Putra Langit
Memang Junit, Toling, Jitul dan anak-anak muda segenerasinya sudah....

Njajal nge Blog


DAUR (01) Doaku Dosaku
EMHA AINUN NADJIB  •  3 Februari 2016 #Daur #Esai




Di sebuah forum salah seorang hadirin menggugatku dengan nada sangat keras dan geram.
“Pada tahun 1994 Saudara menulis puisi yang berjudul ‘Doa Mohon Kutukan’. Anda sangat kejam dan mengambil keputusan yang sangat tidak masuk akal.”
Karena mendadak, aku sangat panik dan langsung serasa ditimpa rasa bersalah yang mendalam.
“Di mana-mana di segala zaman manusia itu kalau memohon kepada Tuhan ya rejeki, berkah atau kebahagiaan. Kok Anda memohon kutukan! Bagaimana nalarnya?”
Aku yang memang seorang penakut jadi berkeringat dingin.
“Andaikanpun yang Anda mohon itu kutukan kepada diri Anda sendiri, tetap tidak masuk akal bagi saya. Apalagi yang Anda lakukan ini menyangkut ratusan juta rakyat Indonesia yang hidupnya kebingungan tanpa ada ujungnya. Kita ini bangsa
    S earch....
DARI CN KEPADA ANAK-CUCU DAN JM
yang dahsyat sekarang menjadi konyol. Kita ini kumpulan manusia-manusia yang multitalent tapi sekarang serabutan mengerjakan hal-hal yang bertukar-tukar keahlian. Kita kaya raya tapi jadi pengemis. Kita bermental tangguh tapi sekarang cengeng dan terlalu mudah kagum sehingga gampang dikendalikan oleh orang lain. Ini semua gara-gara Anda memohon kutukan, dan sampai hari ini kita semua hidup remang-remang bahkan gelap pekat seperti terkurung di bawah kutukan langit….”
Aku benar-benar merasa ambruk. Hatiku remuk redam. Aku berteriak-teriak, memekik-mekik sampai telingaku kaget sendiri, sehingga terbangun mendadak. Terbangun, meloncat dari ranjang, posisi berdiri dengan kuda-kuda silat, seolaholah aku pernah tahu apa-apa tentang silat.
***
Tentu saja aku tertawa geli sendiri menemukan diri berdiri dengan posisi yang tidak jelas apakah itu epigon Bruce Lee, Jacky Chan, Jet Lee, Uwais atau Wak Sampan pendekar Brudu. Untung tak ada siapapun ketika itu. Maka kutoyor kepalaku sendiri, kemudian langsung aku berlari ke kamar kerja, mencari puisi “Doa Mohon Kutukan”, yang ternyata tidak ada. Sungguh buruk dokumentasi hidupku. Pun tak terpikir untuk browsing, karena di samping aku tidak terbiasa dengan dunia internet, juga tidak pernah punya naluri untuk menyangka bahwa di dunia maya itu ada puisiku.
Akhirnya setelah kuhubungi, seorang teman menolong memberi teks puisi 1994 terkutuk itu. Aku baca berulang-ulang sambil mengutuk diriku sendiri.
Dengan sangat kumohon kutukanmu ya Tuhan, jika itu merupakan salah satu syarat agar pemimpin-pemimpinku mulai berpikir untuk mencari kemuliaan hidup, mencari derajat tinggi di hadapanMu, sambil merasa cukup atas kekuasaan dan kekayaan yang telah ditumpuknya.
Dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan, untuk membersihkan kecurangan dari kiri kananku, untuk menghalau dengki dari bumi, untuk menyuling hati manusia dari cemburu yang bodoh dan rasa iri.
Dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan, demi membayar rasa malu atas kegagalan menghentikan tumbangnya pohon-pohon nilaiMu di perkebunan dunia, serta atas ketidaksanggupan dan kepengecutan dalam upaya menanam pohon-pohonMu yang baru.
Ambillah hidupku sekarang juga, jika memang itu diperlukan untuk mengongkosi tumbuhnya ketulusan hati, kejernihan jiwa dan keadilan pikiran hamba-hambaMu di dunia.
Hardiklah aku di muka bumi, perhinakan aku di atas tanah panas ini, jadikan duka deritaku ini makanan bagai kegembiraan seluruh sahabatsahabatku dalam kehidupan, asalkan sesudah kenyang, mereka menjadi lebih dekat denganMu.
Jika untuk mensirnakan segumpal rasa dengki di hati satu orang hambaMu diperlukan tumbal sebatang jari-jari tanganku, maka potonglah. Potonglah sepuluh batangku, kemudian tumbuhkan sepuluh berikutnya, seratus berikutnya, dan seribu berikutnya, sehingga lubuk jiwa beribu-ribu hambaMu menjadi terang benderang karena keikhlasan.
Jika untuk menyembuhkan pikiran hambaMu dari kesombongan dibutuhkan kekalahan para hambaMu yang lain, maka kalahkanlah aku, asalkan sesudah kemenangan itu ia menundukkan wajahnya di hadapanMu.
Jika untuk mengusir muatan kedunguan di balik kepandaian hambaMu diperlukan kehancuran pada hambaMu yang lain, maka hancurkan dan permalukan aku, asalkan kemudian Engkau tanamkan kesadaran fakir di hatinya.
Jika syarat untuk mendapatkan kebahagiaan bagi manusia adalah kesengsaraan manusia lainnya, maka sengsarakanlah aku.
Jika jalan mizanMu di langit dan bumi memerlukan kekalahan dan kerendahanku, maka unggulkan mereka, tinggikan derajat mereka di atasku.
Jika syarat untuk memperoleh pencahayaan dariMu adalah penyadaran akan kegelapan, maka gelapkan aku, demi pesta cahaya di ubun-ubun para hambaMu.
Demi Engkau wahai Tuhan yang aku tiada kecuali karena kemauanMu, aku berikrar dengan sungguh-sungguh bahwa bukan kejayaan dan kemenangan yang kudambakan, bukan keunggulan dan kehebatan yang kulaparkan, serta bukan kebahagiaan dan kekayaan yang kuhauskan.
Demi Engkau wahai Tuhan tambatan hatiku, aku tidak menempuh dunia, aku tidak memburu akhirat, hidupku hanyalah tanpa henti memandangMu sampai kembali hakikat tiadaku.
(1994)
Pelan-pelan kubaca kembali, kupelajari lagi, kuselami hingga huruf demi huruf. Untuk menghormati orang yang memprotesku, kuletakkan diriku sebagai orang terkutuk yang membuat doa terkutuk.
Di setiap awal langkah, apapun dalam kehidupan ini, yang kutuding dan kucari kesalahannya adalah diriku sendiri. Nanti pelan-pelan kurenungi Doa Mohon Kutukan itu. Tetapi dasar sikapku adalah bersiap mengakui bahwa doaku adalah dosaku.
Dan akhirnya, dengan rasa sedih dan penuh keprihatinan, saya temukan betapa banyak kesalahan dan kebodohanku, namun sementara supaya aku kuat menanggung beban rasa dosaku: kuambil lima saja.
Dari cn kepada anak-cucu dan jm 1 Pebruari 201

Jumat, 12 Agustus 2016

Pro Evolution Soccer


PROLOGUE
Saturday night or well-known as satnight in teenager’s dictionary has already been the special night for lonely boys namely Gina, Wahid, Jazz, and Ipul. They don’t even never miss that really special night  for playing play station, having a discussion, joking and sometimes talking unimportant things  between one another  moreover they are single boys and that’s way those activities instead of entertaining their gloomy Sunday . Gina is the only often lose boy surround of us, he cannot take the champion position  in each plays, moreover  he always becomes our weekly bullying. From those repeatedly cases our friendship is separated by rarely Gina’s participation in our weekly habit . He often keeps distance away from us and mute in every single class of college activities. Those cases get us to hardly entertain and get him back to our usual weekly  friendship activities. Wahid as the oldest one from us has the main duty to get him back and finally by his wises and persuasive words Gina back to our solidarity friendship again.








Chaper 1
Friday and Saturday will be hopefulness days for jazz and his fucking friends, Gina as an innocent man, Wahid as a wise man and Ipul as a colo (red : foolish) man. Never run from their eyes of imagining favorite game in the middle of lecture process moreover when an afternoon class begins they almost never pay attention at all for that lecture and its lecturer.
Ipul “ what time are we going to play PS tonight guys ?” hey…colo, are you okay….? It’s the time for studying ESP don’t discuss about playing game said Jazz in a little bit raised voice,
But Wahid and Gina also force jazz to discuss about their agenda for that Saturday night.
Wahid “hey loser if you are still man come here please….”.”Yes jazz…don’t you have enough bravery for playing PES with us tonight ?” Gina shouted. Jazz “What the hell you are, do you think I am afraid of you all ? I’ll be th champion one tonight…..!”
Gina, Ipul and Wahid laugh of loud like unmistaken men. Time has been 4 pm and Saturday class is going to be done, we get out from the class together and I come to Faisal as my loyal driver ever and forever for taking me up to campus back and forth. He is the most diligent and silent man in B2 but I’m really proud of being his close friend coz he is my asking and cheating friend when I’m in blank mind.
Faisal “Come on jazz, make it fast…… we are gonna go to gas station first coz this fuel is nearly in a empty sign” .Jazz “ Okay, broo…wait a minute I’m gonna wear my jacket first”.
The time we arrive at gas station I pay on that motorcycle fuel instead of Faisal kindness for becoming my loyal driver. When i arrive at camp I directly got BBM message from Ipul and the message is “ Jazz, prove that you are totally man we wait for your coming at usual Play Station place for fighting on stick together”. After I pray maghrib suddenly Wahid comes for taking me up to the destination place.
The time we arrive at PlayStation place we directly take 2 televisions in the same seat in order to make it  easy changing partner game or we can say enemy.
”are you ready to fight with me ?” said jazz to Gina. “absolutely jazz” Gina answered in little bit underestimate tone. Wahid “ Pul what club will you use this time ?” of course Barcelona FC bro, Ipul shouted. “ just wait and see your lost pul”.Wahid said. ”Okay” Ipul answered.
We stay at PlayStation place for about 3 hours more with the result Wahid as the constant winner, Ipul as runner up and Jazz as the third and Gina as the last one and the only one of us that never win in each play even with Jazz, Ipul, and Wahid.
The time tells 10 pm o’clock we used to stop our game and carry on looking for inn to have a dinner, for about 5 minutes looking around inn at Brawijaya street accidently we find a special small inn that sells fried rice. We order our menu to the seller.
“Madam could I have special fried rice and a glass of ice tea ?” said Wahid to the seller.” Okay nang, wait a moment please” said the seller.” Jazz, Ipul, and Gina, what do you want to order?” Same as you bro” said Jazz and Ipul.”Gina….what about you” said Ipul to Gina,” Gina come on order, are you okay” add Jazz,” O, yes…yes…same as you all” Gina answered in a little bit sad voice.
After we get our order we have it together while having a small talk . Wahid and Ipul often do something naughty to put salt inside Gina’s drink when we ate together. The time we finished having dinner we finally back to our own camp.
Monday to Thursday is the day we have our own business such as teaching, doing some college tasks, working and so on. Gina has his own business to teach TOEFL at Oxford Course at Brawijaya street, Ipul teaches in Choice Course at Anyelir street, Jazz has his business to sell something near from a traditional market in Pare, and Wahid has his job in Malang. On Thursday night we often discuss and prepare for our lecture, doing some duties, making presentation of the lecture and many others.
“Who will get duty to be a presenter in Mom Ulin’s lecture?” said Wahid to us. “Please, check on BBM group and ask to our chief of class” add Jazz.
Ipul opens his smart phone and announces on FKIP B2 group not wait for in a long time Annisa answers and explains about the duties of this week lecture and presenters clearly and sincerely.
Gina ” Annisa has replied on BBM, guys and she said that Kamal and Faisal are going to be next presenter on Friday”. “So we will be have no duty for tomorrow lecture right ?” add jazz.” What if we play PS on your laptop jazz ?” asked Ipul. “ Okay, come on brooo…” jazz answered in charming and spirit face.
Playing PS in the class is very awesome and nice activity because we can connect the laptop to the projector and it gives us something satisfied. But in the middle of our game Riska (as our chief) comes and she is angry to me because of using class projector without her permission. And then we stop it we come together to canteen for having breakfast there.
After we have done having our breakfast we finally back to mosque for taking a nap and pray there instead of waiting for the next lecture after Grammar.
            Ipul” Jazz…I’m so full today and I want to take a nap here” jazz answer” so am I pul I really want            to close my eyes instead of changing my sleep time last night because I had a stay up last night form 9                  pm up to 2 am. Wahid and Gina came to my camp for doing some tasks while bringing coffee cup and                 we had it together that made our eyes strong to not sleep up to morning”. Wahid” have you prayed dzuhur guys ?”.” not yet brooo….” Jazz answered. “ come pray together and then we come to mr.   edy’s lecture.” Okay…….” Gina replied.
And we pray dzuhur together and choosing Ipul as the leader of us because he is the graduation from one of Islamic boarding school in Gresik . After we are done  we carry on to have a lecture together with B2 in the same class to make it faster .
At 4 pm as the last lecture on Saturday class we back home together while planning for our class agenda on Sunday.
            “Guys what if we make an agenda for tomorrow morning by visiting some tourism place ?” said          Wahid. ”Where are we going to go?”, Chief replied.” What if we go to Tambak Rejo beach ?” Gina         suggested. ”Where is that ?” Faishol asked. “In Blitar guys, answered Gina.” Hello guys do you agree         if we go to Tambak Rejo beach in Blitar tomorrow ?”Asked Wahid.” Okay…”friends’ answered.
When the sun rises from the east we prepare for going to tambak rejo beach we bring what we need like small food and soft drink , we gather at Pare first before going to Blitar to check how many friends will join, whe we are gathering Wahid gets message from jazz, he said that he could not join the agenda because he has duty to teach in Al-Falah Islamic boarding school in Mojo. Although one of us cannot join the agenda but they will go to the beach by who wants.
The time we arrive to destination place we directly take a picture together and upload it to BBM group in order to show how beautiful the view of tambak rejo beach to the friends. Not for in a long time they finally back home by bringing some merchandises. The time we arrive we take a rest for a while and in the evening we play PS together instead of relaxing our brain and body.
            “Hay… guys who wants to fight with me now” said Wahid.” I want to fight with you hid.. Wahid, I’ve trained many exercises of playing this game and I guarantee that I’ll be the champion now” jazz    replied it. ”Are you dreaming jazz ?” replied Wahid while Gina and Ipul laugh on me. “ Just wait and   see guys…” said jazz.
As like usual we play with our favorite football club, Wahid with his Real Madrid, Gina with his Chelsea, Ipul with his Barcelona, and Jazz with his Bayern Munchen. In the middle of our game, we insult and underestimate one another, jazz is as the attractive one always talk unimportant word and sometimes speak dirty words. The play is on the fire with same score of Madrid vc Munchen (2-2) and the goals are made by the stars C. Ronaldo and R.. Lewandowski. While Gina gets a bad score, their last score is (9-1) Barcelona as ipul club is the glory one than Chelsea as Gina’s club.
            “Anjayyy……...my club is lose, what the hell your club is…” said Gina. “now, you know how           wonderful Barca on my hand is” ipul answered.” But that’s doesn’t matter, it’s still the first leg we         still have the second leg more you know?” replied Gina.
While Jazz and Wahid is still doing a war to get who will be the winner on second leg, jazz is arranging the full-attack formation to face Madrid he marks Boateng and Bantia to keep Ronaldo movement and set Lewandoskie as main striker, Riberry as left wing, and Robben as right wing.
            “Wahid, look at my formation, Ronaldo won’t get any space to stuck on my defend line, boateng and   Bantia will always ready to keep him and you can see my striker Lewandowskie, riberry, and Robben      will mess up your defense and broke Nava’s bucket, hahahahaaa……” said jazz while laughing. “I      please you laugh as much as possible before you cry Jazz, your statement is only a bullshit, let’s fight         now” Wahid replied it.
When we are on playing, suddenly Gina comes to bathroom and we don’t know what he is going to do there then Ipul follows him and cheating what he is doing inside, Ipul run and back to first place while saying that Gina is crying inside the bathroom, of course Jazz and Wahid are wonder, then Wahid ask to Ipul
            “What have you done to Gina,till make him cry inside the bathroom ?” Ipul replied “ I didn’t do         anything to him brooo…I just made a really fantastic score by killing his club with big score (10-0).”  Wow…..really amazing score” said jazz. “Stop it Jazz don’t judge my close friend” said Wahid.”   Oh…I’m so sorry brooo, I didn’t mean to say that” Jazz replied.
Finally Gina backs from the bathroom and we are shock of his red eyes that means he is really crying inside the bath room. Gina suddenly asks permission to us that he will go back to his camp and then we finish our game little bit soon in the other hand we will take up Gina to his camp. The time we have arrived at Gina’s camp he directly enter the room without saying / greeting us anything. Perhaps he is shy and disappointed because of previous game. Finally we back to our own camp. The time Jazz arrives at his camp he opens his BBM on smart phone and he sees Gina’s pm by the words ”You are not my true friends guys”. After Jazz looked at that pm he directly Pings Wahid and Ipul to check Gina’s pm on BBM. And it’s true that Gina really sad because of us.
The following day is Friday the time we have a college and refreshing our mind too, less more 2 pm we arrive there and comes to reading class but we feel something different inside the class, after we write down our signature we look an empty sign on Gina’s name finally we realize that Gina is absent on Friday class perhaps it’s caused of the problem of that night.
Jazz” Pul, why Gina does not come today ?”asked jazz.” I don’t know” Ipul replied it. “Probably because of that night problem” add Wahid. Jazz “ we wait for tomorrow, if he still absent on the college, means he is really angry because of that problem”. “okay we will wait for tomorrow” said Ipul, while inviting us for having breakfast in a café in front of our campus.
We have our breakfast time like a usual, Ipul with his favorite meatball and a glass of beras kencur drink, Wahid with his favorite rawon with a bottle of soda, and Jazz with his a cup of only coz he is getting broke at this time. The time we are having our meal our ladies friend, Riska, Kiki, Nisa, April, and betty come they join us in the same table while asking Gina’s health but we do not answer their asks and we are pretending to be fool men in order to keep our conflict with Gina.
“Guys, it’s time for Grammar class let’s go to second floor, Mr. Kidin has been waiting for us there” said Riska. “ Okay, honey” Jazz answered while joking. “Do not forget to pay your meal guys” said Nisa. “It’s okay guys, just let it leaved I will pay on your meals” said Wahid.
As well we know and understand that Wahid often pays on our food not only once, twice but many times coz he is famous enough as kind and rich man surround of us, it makes us calling him as big boss.
“Thank you very much big boss be often doing this ……” said Sukman, as the laziest and craziest friend in B2 coz he comes on UAS time only he sometimes influents Albet not to join the college. Because of that bad habits many lecturers give them reminds and punishments instead of their play truant often. But they actually have a reason why they often run away from the college they have a very busy class at their working place till they forget the time for going to campus, time for eating, and entertaining themselves that’s way they also often go to hospital for checking their health moreover Albet coz he has very weak body and easy getting a cold.
12.00 has already shown it’s our praying and taking a rest time. After we are done join grammar class we directly go to mosque together for praying dzuhur and followed by taking a nap in the corridor of the mosque. Jazz often doing something disgust like taking a flatus in front of Ipul face.
“Jangan takut jangan khawatir, ini kentut bukan petir duuuuuuut…………..“ that’s jazz’s mantra before taking a flatus. “ what the hell you are jazz…..” Ipul replied while beating Jazz’s buttock. “Hahahahahahahah……………” all of friends laugh together. “What is the taste of Jazz’ flatus Pul ? does it sound nice……..? Kamal added while insulting him. “Wait for my time jazz, I will not only take a flatus on your face but I will take a dumb too” Ipul said. “Hahahahahah……” okay…okay just wait and see pul” Jazz replied it.
Has been standing the funniest lecturer and absolutely becoming B2’s lecturer idol, that’s Mr. Edy as our Business Correspondence lecture he is calling us to join his lecture we directly go to the class for joining his class happily. In the middle his matter he often does joke that absolutely make the students LOL moreover when the joke is smelling something sex that’s gonna be B2’s favor for spending their laugh. But we really gret thankful for having lecturer like him coz we sometimes need something entertaining our brain that’s way we really keep spirit when joining his lecture even we are hungry and tired but that’s fell directly run from our eyes after getting his really funny lecture.
Saturday night has already faced in our eyes it’s time for playing Play Station but we still remember that we have a problem with our loyal friend Gina, before going to play station place  we come to Gina’s camp for persuading him back doing our activity unfortunately we have no bravery saying to them.
“Hid – Wahid I suppose you are as oldest and wises man of us minding to start talking with him” said Jazz. “ yes, true what has Jazz said, you have to start saying something to him Hid” added ipul. “Okay….okay I will say something to him, but we have to come to his room together “ said Wahid. “ okay………..” Jazz replied.
Finally we enter to Gina’s room and we together advise him and also ask apologize. After that we are having fun together in Play Station place and continued having dinner fried rice in the usual place.
A week later we plan to go to Wonosalam refreshing our mind by hiking and having a landscape of waterfall there.
“Guys, have you ever been Wonosalam ?” asked Wahid. “No, I have not bro….what place is that ?” Gina answered. “that is beautiful place for refreshing our brain, so many beautiful landscapes  that Wonosalam gives like waterfall, Cave, camping place and many others. “ it’s sounded nice brooo….. and really good idea, I like it so much” Ipul respected. “ so when are we going there brooo…..?”asked Jazz. “ what if the next week, can you ?, we go from here after the last lecture on Saturday and then we prepared the things that we need for camping, does anybody know the place for rental tent and camping tools ?” said Wahid. “ I know the place guys….. I’ll look for it and you just collecting your money, okay…?” Okay, ….” friends answered.
Unfortunately the time we are ending the last lecture the rain is pelting down heavily it’s should be big problem for us to do our plan moreover the electric is getting off but we do not care of what the condition happing we have to spend this day for going there, no matter what the obstacles come. At 8 pm sharp we have been gathering at Jazz’s camp still waiting for Faisal’s come instead of waiting we try to look for something for dinner, finally we buy junk food for our dinner. At 8.15 pm we go to destination place together by motorcycle and we arrive at 9 pm. We directly standing the tent for our taking a rest place and we sleep together in order to save our energy for tomorrow morning.
The sun rises so bright from the east and we prepare making a meal for our breakfast by cooking pop mie and glass of coffee after we have had breakfast we go to waterfall by walking together we will arrive there for about two hours after while enjoying our trip we have a chat and take a selfie in some good places. The time we arrive in waterfall place we take a bath under the waterfall while taking picture and singing together.
By spending time for playing anything with our friends is one of the way to keep relationship closer and stronger we will get many valuable experiences to our future both becoming job network someday and sharing our life problem since the true friendship are those who show and help when we are on the wrong ways.
And we are in the name of B2 family will hold our hands so tight to through the long and various obstacles journey keep together getting the same new title on our last name.

About The Writer
Name    : Ahmad Jazuly
Npm     : 14020230070
Class     : B2
Semester : IV