Belajar Memahami Kondisi Orang Lain
Kalangan
mahasiswa rawan mengalami pendangkalan agama karena kesalahan cara berpikir dan
karakteristik mereka sendiri.
Seperti bapak-bapak dan ibu-ibu ketahui. Umumnya "anak muda" memiliki karakter gampang menilai orang lain dan belum tahu dunia nyata. Dipikirnya semua orang itu seperti dia; kuliah enak, makan cukup, dan dompetnya selalu terisi tiap awal bulan.
Dipikirnya dunia ini seperti buku teks. Karena belum mengenal dunia nyata, para mahasiswa jarang berpikir bahwa kehidupan di dunia ini sangat kompleks, hidup ini tidak seperti matematika 1+1 = 2.
Seperi contoh kasus yang sudah kita bahas bagi para mahasiswa, kalau melacur = masuk neraka. Mereka tidak punya wacana lain, misalnya"menolong".
Kalau tidak bisa memperbaiki, jangan merusak. Kalau tidak bisa membuat sesorang keluar dari kubangan lumpur dosa, jangan melemparnya dengan batu. Kalau tidak bisa menolong seseoarang keluar dari pekerjaan melacurkan diri, jangan sampai menambah kesedihannya.
Jangan pikir para perempuan itu bahagia melacurkan diri. Sebagai bukti, tidak ada seorang pelacur pun di dunia ini yang mendoakan agar anak perempuanya esok mengikuti jejaknya. Pasti pelacur tersebut berdoa agar anak perempuanya tumbuh menjadi anak yang salehah dan hidup normal. Setiap ibu selalu menginginkan anaknya hidup bahagia duni-akhirat.
Jadi, langkah awal mengamankan anak bapak-ibu dari pendangkalan agama adalah membiasakan anak anda memandang kehidupan ini sebagai sesuatu yang sangat kompleks.
Hidup ini tidak hitam-putih. Hidup ini terdiri atas banyak warna yang sering bercampur jadi satu sehingga sulit dimengerti.
#retyped from : Kembali menjadi Manusia & Membuka Pintu Langit
#by : Ahmad Jazuly

0 komentar :
Posting Komentar