Rabu, 03 Januari 2018

Senar-Senar Rindu


Karena kesetiaanlah maka jinak ombak dan hati penggembara ini berkisah
Menyisir bibir pantai hingga bermuara di dermaga Mahabbah
Mungkin yang bersemayam di mataku hanyalah laut lepas
Namun sejatinya yang berpresisi di hatiku adalah matamu
Mata yang membawaku terus melangkah ke puncak Mahabbah
Mata yang terus menuntunku ke nada-nada Khitbah

Hingga aku baringkan jemariku di atas senar-senar rindu dan sesekali ku sebut nama mu dalam melodi laguku.
Kasih, Tuhan akan mempersatukan hati kita meskipun bukan cinta kita
Kasih, Tuhan akan meridhoi kerinduan hati kita meskipun bukan pertemuan kita
Dan Tuhan, kalau engkau memang maha pemersatu, kenpa engkau tidak satukan hati dan cinta kita?
Dan Tuhan, kalau memang engkau maha pemersatu rindu, kenapa engkau tidak mempertemukan rinduku dan rindunya?

 Kediri, 3 Januari 2018

#jazulisme

0 komentar :