Minggu, 05 November 2017

Ketika Cinta Amnesia


Ketika cinta tak mengenal Aqidah
Aku tak peduli engkau NU atau Muhammadiyah, Suni ataupun Syiah
Kalau memang cinta itu melengkapi, maka dua Aqidah bersemi indah

Ketika cinta tak mengenal Ideologi
Aku tak peduli engkau Marxisme atau Kapitalisme, Pancasilais ataupun Komunis
Kalau memang cinta itu percaya dan setia, maka dua ideologi bermesraan pluralis

Ketika cinta tak mengenal Thoriqot
Aku tak peduli engkau Jancukiyah ataupun Maiyah
Kalau memang cinta itu bertuju bahagia, maka dua Thoriqot tertawa ria

Ketika cinta tak mengenal Organisasi
Aku tak peduli engkau Masyumi atau PKI, HMI ataupun HTI
Kalau memang cinta itu maslahatul ummat, maka sejuta organisasi bersatu misi

Ketika cinta tak mengenal  Ahlaq
Aku tak peduli engkau mahmudah atau mazmumah, hasannah ataupun dolalah
Kalu memang cinta itu meluruskan, maka Ahlaq bukanlah pantangan

Ketika cinta tak mengenal Kelas
Aku tak peduli engkau atasan atau bawahan, proletar ataupun borjouis
Kalau memang cinta itu menyatukan, maka perbedaan kelas tidaklah berbekas

Ketika cinta tak mengenal Kualitas
Aku tak peduli engkau jelek atau cantik, bodoh ataupun pintar
Kalau memang cinta itu berikrarkan tulus dan Ikhlas, maka kualitas tak jadi prioritas

Ketika Cinta tak mengenal Jarak
Aku tak peduli engkau disini atau disana, di negeri ini ataupun negeri tetangga
Kalau memang cinta itu saling mengerti dan memiliki, maka jarak tiadalah berarti

Ketika cinta tak mengenali aku
Maka kamulah pertanyaan dan sekaligus jawaban, sebab dan juga akibat
Atas segala keamniesianmu terhadapa aku

Kediri, 5 November 2017

jazulisme

0 komentar :