Ahmad Al Jazuly

Tak perlu berakademisi dalam bermodernisasi.

Jannatul Maiyah

Bersama Jannatul Maiyah menembus awan

Ahmad al jazuli and Nurul qhomariyah

Kami serahkan takdir kita kepada tuhan

The Habbibers

Imam Makhrus-Ahmad Jazuly-Siti Nur Azizah.

Ahmad Al Jazuly

Kimcil kepolennnnnnnnnnnnn....................

Kamis, 22 Maret 2018

Risalah Senyum-Mu



Risalah Senyum-Mu
Isyarat mata, yang terus dan menerus menodai khusuknya batinku.
Adakah kata, do’a, mantra yang engkau titipkan dibalik risalah matamu itu?
Ataukah laknat, khianat, maksiat yang engkau candukan di dalam batinku?
Astaghfirulloh, aku berlindung di bawah amanah senyum-Mu.

Isyarat bibir, yang kerap terucap menggemakan ruang qalbuku.
Adakah nasihat, amanat, syafaat yang engkau rasukan dibalik risalah bibirmu itu?
Ataukah nafsu, tipu, rayu yang engkau getarkan di dalam qalbuku?
Astaghfirulloh, aku berteduh di bawah maghfirah senyum-Mu.

Isyarat tangan, yang selalu memeluk sunyi-sepinya ruhku.
Adakah santunan, kasih dan sayang yang engkau jariahkan dibalik risalah tanganmu itu?
Ataukah derita, tega, aniaya yang engkau tiupakan di dalam ruhku?
Astaghfirulloh, aku besimpuh di dalam qudusnya senyum-Mu.

Isyarat kaki, yang tiada henti melangkah di setapak syurgaku.
Adakah kesempatan, harapan, kenyataan yang ingin engkau wujudkan di risalah  kakimu itu?
Ataukah kesombongan, kebatilan, kemungkaran yang engkau prasastikan di setapak syurgaku?
Astaghfirulloh, aku bermunjat dalam syafaat senyum-Mu.

                                                           
                                                                                                         #Kediri (Jumat, 4 Rojab 1439 H)
                                                                                                                                                    @Jazulisme
                                                                                                                                     


Senin, 22 Januari 2018

Di Penghujung Tangga ke - 8



Kembali kita buka memori dan album-album tahun itu
Kita tampak begitu polos dengan gantungan nama di dada kita
Kita tampak bahagia dengan sahabat-sahabati baru kita
Kita tampak bangga dengan status baru kita
Mahasiswa, kala itu orang-orang mengenal kita

Kembali kita buka memori dan album-album tahun itu
Bibir Mushola kampus, rumah ke dua kita
Tempat berteduh dari teriknya tugas-tugas bapa mama
Tempat munajat dengan segala harap dan do’a-do’a
Anak kampus, kala itu orang menyebut kita

Kembali kita buka memori dan album-album tahun itu
Forum diskusi dan presentasi mewarnai langit-langit kelas kita
Tertawa, menanya, telat, nekat, tidur, menyanyi, seni dan estetika kelas kita
Jalan bersama, makan bersama, nugas bersama, hingga tidur bersama, wujud setia kita
Akademisi, kala itu orang menganggap kita

Kembali kita buka memori dan album-album tahun itu
Jumat Sabtu pengobat rindu kita
Bapa Mama semangat kita
Ridho dan berkahnya pengharapan  kita
Mahasiswa, ialah kita

Kini akan kita tutup abum tahun-tahun kita
Kita akan tutup begitusaja dengan lembaran-lembaran teori
Kita akan purna begitusaja dengan predikat-predikat angka
Kita gantung nama yang dulu kita kalungkan di dada
Kini bertambah dengan  3 huruf di belakangnya
S.Pd, kini orang-orang memanggilnya.

#Kediri, 11 Januari 2018


Rabu, 03 Januari 2018

Senar-Senar Rindu


Karena kesetiaanlah maka jinak ombak dan hati penggembara ini berkisah
Menyisir bibir pantai hingga bermuara di dermaga Mahabbah
Mungkin yang bersemayam di mataku hanyalah laut lepas
Namun sejatinya yang berpresisi di hatiku adalah matamu
Mata yang membawaku terus melangkah ke puncak Mahabbah
Mata yang terus menuntunku ke nada-nada Khitbah

Hingga aku baringkan jemariku di atas senar-senar rindu dan sesekali ku sebut nama mu dalam melodi laguku.
Kasih, Tuhan akan mempersatukan hati kita meskipun bukan cinta kita
Kasih, Tuhan akan meridhoi kerinduan hati kita meskipun bukan pertemuan kita
Dan Tuhan, kalau engkau memang maha pemersatu, kenpa engkau tidak satukan hati dan cinta kita?
Dan Tuhan, kalau memang engkau maha pemersatu rindu, kenapa engkau tidak mempertemukan rinduku dan rindunya?

 Kediri, 3 Januari 2018

#jazulisme