Ahmad Al Jazuly

Tak perlu berakademisi dalam bermodernisasi.

Jannatul Maiyah

Bersama Jannatul Maiyah menembus awan

Ahmad al jazuli and Nurul qhomariyah

Kami serahkan takdir kita kepada tuhan

The Habbibers

Imam Makhrus-Ahmad Jazuly-Siti Nur Azizah.

Ahmad Al Jazuly

Kimcil kepolennnnnnnnnnnnn....................

Senin, 23 Oktober 2017

Di Balik Senyuman Kaum Proletar


Yang Rabbaniyah, engkau iman dan tauhidkan kuat-kuat dalam sanubari
Meski hari ini engkau dapati sesuap nasi
Namun senyuman ikhlas bapak akan warnai hari-hari
Kami juga berhak tersenyum wahai borjouis

Yang Ahlaqiyah, engkau sinergikan di bawah payung ekonomi dan politik
Karena hari ini engkau mengemban janji
Dan esok adalah bukti duniawi dan sekaligus saksi akhirati                      
Kami juga berhak tersenyum wahai kapitalis

Yang Insaniyah, engkau fitrah dan asumsikan di bawah nama Tuhan
Padahal engkau tak memanusiakan apa yang Tuhan manusiakan
Hingga malam-malam nya ter mataharikan
Kami tetap ternsenyum di bawah gubuk proletar

Yang Alamiyah, engkau eksploitir se profan-profanya
Hingga engkau lalai bahwa lusa itu bencana
Dan kami kau kambing hitamkan atas segalanya
Namun sekali lagi, kami itu bukan proletar gadungan

Kami itu Proletar Tasamuh, maka kami tak pernah memakasa
Kami itu Proletar Tannawu’ maka kami beraneka warna
Kami itu Proletar Wasathiyah, maka kami moderat jua
Kami itu Proletar Takamul, maka kami mendukung sepenuhnya

#jazulisme

#Kediri, 23 October 2017

Senin, 16 Oktober 2017

CAHAYA ke-26


Harga sebuah kebaikan yang kau janjikan, dan
Hukuman sebuah keburukan yang kau camkan
Aku bahkan tak mampu membelinya, dan
Bahkan aku tak kuat menerimanya

Munkar, munafik, maksiat dan nafsu yang bersarang di jiwa dan raganya
Apakah engkau akan melengkapinya dengan yang sedemikan pula?
Maaruf, sidiq, shaleh dan pahala yang bersemayam di hati dan fikiranya
Apakah engkau akan mempersatukanya dengan yang sedemikian rupa?

Cahaya……. Engkau yang sebenar-benarnya cahaya
Engkau sejatinya bersinar karena kegelapan bukan?
Kelam…….. Engkau yang sekelam-kelamnya malam
Engkau  sejatinya terang karena cahaya bukan?

Yang Mukasyafah, aku yakin dan pasrahkan aku akan peran-Mu
Yang Muamalah, aku harap dan do’akan aku akan hidayah-Mu.
Aku merayu-Mu wahai cahaya……, dan
Aku memuja-Mu duhai cahaya  ke-26

Refleksi!
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). [An-Nur: 26]


#jazulisme                                                                                                  Kediri, 16 October 2017

Selasa, 10 Oktober 2017

Untukmu yang Berkata “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”


UNTUKMU YANG BERKATA “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”
Kalimatmu itu manis dengan bungkus janji di luarnya
Janjimu itu sampah serapah dengan slogan senyum lebar dimana-mana
Kamu mendiktenya dengan hasut muslihat visi-misi mu
Kamu mengingkarinya dengan dalih arogansi mu

UNTUKMU YANG BERKATA “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”
Kami bodoh bukan berarti kamu bisa membodohi
Kamu pintar bukan berarti kamu selamanya benar
Kamu itu picik, licik, dan mencekik
Padahal kamu berdiri diatas pundak restu kami

UNTUKMU YANG BERKATA ”JANGAN MEMBODOHI PUBLIC’’
Popularitasmu kian meluas tanpa batas
Rakyatkmu kian lemas sulit bernafas
Ketamakan kamu gadangkan
Ketar-ketir rakyatmu  kian memiluhkan

UNTUKMU YANG BERKATA ”JANGAN MEMBODOHI PUBLIC’’
Sampai kapankah kamu terus menerus begini
Sampai hatikah kamu melihat derita kami
Gusti…. siramkan rahamat hidayah-Mu kepada wakil kami
Gusti…. kuat dan tabahkan kami atas khilafnya wakil kami

GUSTI... AKU TITIPKAN UNTUK-MU YANG BERKATA “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”


#jazulisme                                                                                                    Kediri, 10 October 2017

Kamis, 05 Oktober 2017

Khitbahkan Janji Hipotesis Kita "Sayang"

Aku……, Secara Quantitative mungkin tak pernah  terpresisi di fikiranmu
Tetapi……..!
Aku……, Secara Qualitative terus berusaha mempresisikannya di hatimu
Hingga hipotesis awalku berkata "Sayang……..! Aku, Secara Quantilative akan mempresisikan keduanya, baik itu di Fikiran maupun di Hatimu"
Ya, walaupun…….!
Aku butuh amunisi (R n D) untuk menguji sejauh manakah nilai perjuangan cinta suci ini?
Dan………!
Aku perlu strategi (C.A.R) untuk mengetahui apakah perjuanganku selama ini melukiskan setitik tinta perubahan?
Meskipun itu sejuta siklus konsekuensinya,
Namun janji ‘’kesetiaanlah’’ yang akan memeluk erat hipotesis finalnya.

#jazulisme (Kediri, 5 October 2017)