Risalah Senyum-Mu
Isyarat mata, yang terus dan menerus menodai khusuknya
batinku.
Adakah kata, do’a, mantra yang engkau titipkan dibalik
risalah matamu itu?
Ataukah laknat, khianat, maksiat yang engkau candukan di
dalam batinku?
Astaghfirulloh, aku
berlindung di bawah amanah senyum-Mu.
Isyarat bibir, yang kerap terucap menggemakan ruang qalbuku.
Adakah nasihat, amanat, syafaat yang engkau rasukan
dibalik risalah bibirmu itu?
Ataukah nafsu, tipu, rayu yang engkau getarkan di dalam
qalbuku?
Astaghfirulloh, aku
berteduh di bawah maghfirah senyum-Mu.
Isyarat tangan, yang selalu memeluk sunyi-sepinya ruhku.
Adakah santunan, kasih dan sayang yang engkau jariahkan dibalik
risalah tanganmu itu?
Ataukah derita, tega, aniaya yang engkau tiupakan di dalam
ruhku?
Astaghfirulloh, aku
besimpuh di dalam qudusnya senyum-Mu.
Isyarat kaki, yang tiada henti melangkah di setapak syurgaku.
Adakah kesempatan, harapan, kenyataan yang ingin engkau wujudkan
di risalah kakimu itu?
Ataukah kesombongan, kebatilan, kemungkaran yang engkau prasastikan
di setapak syurgaku?
Astaghfirulloh, aku
bermunjat dalam syafaat senyum-Mu.
#Kediri (Jumat, 4 Rojab 1439 H)
@Jazulisme



