Ahmad Al Jazuly

Tak perlu berakademisi dalam bermodernisasi.

Jannatul Maiyah

Bersama Jannatul Maiyah menembus awan

Ahmad al jazuli and Nurul qhomariyah

Kami serahkan takdir kita kepada tuhan

The Habbibers

Imam Makhrus-Ahmad Jazuly-Siti Nur Azizah.

Ahmad Al Jazuly

Kimcil kepolennnnnnnnnnnnn....................

Minggu, 05 November 2017

Ketika Cinta Amnesia


Ketika cinta tak mengenal Aqidah
Aku tak peduli engkau NU atau Muhammadiyah, Suni ataupun Syiah
Kalau memang cinta itu melengkapi, maka dua Aqidah bersemi indah

Ketika cinta tak mengenal Ideologi
Aku tak peduli engkau Marxisme atau Kapitalisme, Pancasilais ataupun Komunis
Kalau memang cinta itu percaya dan setia, maka dua ideologi bermesraan pluralis

Ketika cinta tak mengenal Thoriqot
Aku tak peduli engkau Jancukiyah ataupun Maiyah
Kalau memang cinta itu bertuju bahagia, maka dua Thoriqot tertawa ria

Ketika cinta tak mengenal Organisasi
Aku tak peduli engkau Masyumi atau PKI, HMI ataupun HTI
Kalau memang cinta itu maslahatul ummat, maka sejuta organisasi bersatu misi

Ketika cinta tak mengenal  Ahlaq
Aku tak peduli engkau mahmudah atau mazmumah, hasannah ataupun dolalah
Kalu memang cinta itu meluruskan, maka Ahlaq bukanlah pantangan

Ketika cinta tak mengenal Kelas
Aku tak peduli engkau atasan atau bawahan, proletar ataupun borjouis
Kalau memang cinta itu menyatukan, maka perbedaan kelas tidaklah berbekas

Ketika cinta tak mengenal Kualitas
Aku tak peduli engkau jelek atau cantik, bodoh ataupun pintar
Kalau memang cinta itu berikrarkan tulus dan Ikhlas, maka kualitas tak jadi prioritas

Ketika Cinta tak mengenal Jarak
Aku tak peduli engkau disini atau disana, di negeri ini ataupun negeri tetangga
Kalau memang cinta itu saling mengerti dan memiliki, maka jarak tiadalah berarti

Ketika cinta tak mengenali aku
Maka kamulah pertanyaan dan sekaligus jawaban, sebab dan juga akibat
Atas segala keamniesianmu terhadapa aku

Kediri, 5 November 2017

jazulisme

Senin, 23 Oktober 2017

Di Balik Senyuman Kaum Proletar


Yang Rabbaniyah, engkau iman dan tauhidkan kuat-kuat dalam sanubari
Meski hari ini engkau dapati sesuap nasi
Namun senyuman ikhlas bapak akan warnai hari-hari
Kami juga berhak tersenyum wahai borjouis

Yang Ahlaqiyah, engkau sinergikan di bawah payung ekonomi dan politik
Karena hari ini engkau mengemban janji
Dan esok adalah bukti duniawi dan sekaligus saksi akhirati                      
Kami juga berhak tersenyum wahai kapitalis

Yang Insaniyah, engkau fitrah dan asumsikan di bawah nama Tuhan
Padahal engkau tak memanusiakan apa yang Tuhan manusiakan
Hingga malam-malam nya ter mataharikan
Kami tetap ternsenyum di bawah gubuk proletar

Yang Alamiyah, engkau eksploitir se profan-profanya
Hingga engkau lalai bahwa lusa itu bencana
Dan kami kau kambing hitamkan atas segalanya
Namun sekali lagi, kami itu bukan proletar gadungan

Kami itu Proletar Tasamuh, maka kami tak pernah memakasa
Kami itu Proletar Tannawu’ maka kami beraneka warna
Kami itu Proletar Wasathiyah, maka kami moderat jua
Kami itu Proletar Takamul, maka kami mendukung sepenuhnya

#jazulisme

#Kediri, 23 October 2017

Senin, 16 Oktober 2017

CAHAYA ke-26


Harga sebuah kebaikan yang kau janjikan, dan
Hukuman sebuah keburukan yang kau camkan
Aku bahkan tak mampu membelinya, dan
Bahkan aku tak kuat menerimanya

Munkar, munafik, maksiat dan nafsu yang bersarang di jiwa dan raganya
Apakah engkau akan melengkapinya dengan yang sedemikan pula?
Maaruf, sidiq, shaleh dan pahala yang bersemayam di hati dan fikiranya
Apakah engkau akan mempersatukanya dengan yang sedemikian rupa?

Cahaya……. Engkau yang sebenar-benarnya cahaya
Engkau sejatinya bersinar karena kegelapan bukan?
Kelam…….. Engkau yang sekelam-kelamnya malam
Engkau  sejatinya terang karena cahaya bukan?

Yang Mukasyafah, aku yakin dan pasrahkan aku akan peran-Mu
Yang Muamalah, aku harap dan do’akan aku akan hidayah-Mu.
Aku merayu-Mu wahai cahaya……, dan
Aku memuja-Mu duhai cahaya  ke-26

Refleksi!
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). [An-Nur: 26]


#jazulisme                                                                                                  Kediri, 16 October 2017

Selasa, 10 Oktober 2017

Untukmu yang Berkata “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”


UNTUKMU YANG BERKATA “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”
Kalimatmu itu manis dengan bungkus janji di luarnya
Janjimu itu sampah serapah dengan slogan senyum lebar dimana-mana
Kamu mendiktenya dengan hasut muslihat visi-misi mu
Kamu mengingkarinya dengan dalih arogansi mu

UNTUKMU YANG BERKATA “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”
Kami bodoh bukan berarti kamu bisa membodohi
Kamu pintar bukan berarti kamu selamanya benar
Kamu itu picik, licik, dan mencekik
Padahal kamu berdiri diatas pundak restu kami

UNTUKMU YANG BERKATA ”JANGAN MEMBODOHI PUBLIC’’
Popularitasmu kian meluas tanpa batas
Rakyatkmu kian lemas sulit bernafas
Ketamakan kamu gadangkan
Ketar-ketir rakyatmu  kian memiluhkan

UNTUKMU YANG BERKATA ”JANGAN MEMBODOHI PUBLIC’’
Sampai kapankah kamu terus menerus begini
Sampai hatikah kamu melihat derita kami
Gusti…. siramkan rahamat hidayah-Mu kepada wakil kami
Gusti…. kuat dan tabahkan kami atas khilafnya wakil kami

GUSTI... AKU TITIPKAN UNTUK-MU YANG BERKATA “JANGAN MEMBODOHI PUBLIC”


#jazulisme                                                                                                    Kediri, 10 October 2017

Kamis, 05 Oktober 2017

Khitbahkan Janji Hipotesis Kita "Sayang"

Aku……, Secara Quantitative mungkin tak pernah  terpresisi di fikiranmu
Tetapi……..!
Aku……, Secara Qualitative terus berusaha mempresisikannya di hatimu
Hingga hipotesis awalku berkata "Sayang……..! Aku, Secara Quantilative akan mempresisikan keduanya, baik itu di Fikiran maupun di Hatimu"
Ya, walaupun…….!
Aku butuh amunisi (R n D) untuk menguji sejauh manakah nilai perjuangan cinta suci ini?
Dan………!
Aku perlu strategi (C.A.R) untuk mengetahui apakah perjuanganku selama ini melukiskan setitik tinta perubahan?
Meskipun itu sejuta siklus konsekuensinya,
Namun janji ‘’kesetiaanlah’’ yang akan memeluk erat hipotesis finalnya.

#jazulisme (Kediri, 5 October 2017)

Kamis, 10 Agustus 2017

Rasi "Teman yang Mungkin Terbaik Bagimu"


RASI
(teman yang mungkin terbaik bagimu)

Prau waktu itu. Aku rasa aku egois jika terus berlanjut menghubungimu namun harus segera meninggalkanmu. Cukup kau kenal aku lelaki asing yang pertama kali kau temui di Prau. Namun jika sesekali kau ingin melihatku, carilah rasimu, Lyra, di dekatnya kau akan temukan satu rasi, itu Cygnus. Sebuah rasi yang berbentuk angsa. Di sana kau dapat temukan aku, hanya di sana aku dapat berada dekat di sisimu. Rasi Lyra dan Cygnus, meski tak begitu dekat namun tetap terhubung. Semoga sama seperti kau dan aku, setidaknya dengan kau mengijinkanku aku sesekali datang diingatanmu, menjadi sahabat dekatmu.

Tetap lanjutkan hidupmu. Aku akan lebih bahagia jika suatu saat kau mengingatkanku di suatu bukit atau di manapun itu dan kau ditemani oleh satu sosok yang akan berperan sebagai Aquila, rasi bintang berbentuk elang yang menjadi penjaga kedua sahabat rasinya, Lyra dan Cygnus. Pun akan selalu bisa menjagaku, apapun keadaanya.

Jangan tutup hatimu, terus berjalanlah. Hadapi pertemuan-pertemuan baru hingga kau menemukan satu, dan kau bersedia menerimanya untuk berjalan bersama membuka pintu pertemuan-pertemuan baru lainya.


Denebia Dawai

Kediri, 11 Agustus 2017
#Jazulisme

Rabu, 12 April 2017

Kebudayaan dan Pendidikan

Kebudayaan dan Pendidikan
     Allport, Vernon dan Lindzey (1951) mengidentifikasikan enam nilai dasar dalam kebudayaan yakni nilai teori, ekonomi, estetika, sosial, politik, dan agama. Yang dimaksudkan dengan nilai teori adalah hakikat penemuan kebenaran lewat berbagai metode seperti rasioanalisme, empirisme, dan metode ilmiah. Nilai ekonomi mencakup kegunaan dari berbagai benda dalam memenuhi kebutuhan manusia. Nilai estetika berhubungan dengan keindahan dan segi-segi artistik yang menyangkut antara lain bentuk, harmoni, dan wujud kesenian lainnya yang memberikan kenikmatan kepada manusia. Nilai social berorientasi kepada hubungan antarmanusia dan penekanan segi-segi kemanusiaan yang luhur. Nilai politik berpusat kepada kekuasaan dan pengaruh baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia politik. Sedangkan nilai agama merengkuh penghyatan yang bersifat mistik dan transedental dalam usaha manusia untuk mengerti dan memberi arti bagi kehadirannya di muka bumi. Setiap kebudayaan memiliki skala hirarki mengenai mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting dari nilai-nilai tersebut di atas serta mempunyai penilaian tersendiri dari tiap-tiap kategori. Alisjahbana (1975) mengkaji perkembangan kebudayaan Indonesia dari segi ini dalam publikasinya Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia dari Jurusan Nilai-nilai.

      Berdasarkan penggolongan tersebut di atas maka masalah pertama yang dihadapi oleh pendidikan ialah menetapkan nilai-nilai budaya apa saja yang harus dikembangkan dalam diri anak kita. Pendidikan yang dapat diartikan secara luas sebagai usaha yang sadar dan sistematis dalam memebantu anak didik untuk mengembangkan pikiran, kepribadian, dan kemampuan fisiknya, mengharuskan kita setiap waktu untuk mengkaji kembali masalah tersebut. Hal ini harus dilakuakan disebabkan oleh dua hal yakni, pertama, nilai-nilai budaya yang harus dikembangkan dalam diri anak didik kita haruslah relavan dengan kurun zaman di mana anak itu akan hidup kelak dan, kedua, uasaha pendidikan yang sadar dan sistematis mengharuskan kita untuk lebih eksplisit dan definitive tentang hakikat nilai-nilai budaya tersebut. Keharusan kita untuk bersifat eksplisit dan definitive ini disebabkan gejala kebudayaan, yang meminjam perkataan Hall, lebih banyak bersifat tersebunyi (implisit) daripada terungkap(ekspilisit), dan anehnya, hakikat kebudayaan itu justru lebih tersembunyi bagi anggota masyarakatnya. Gejala yang kelihatanya yang bersifat paradox ini mungkin tiadak mengherankan lagi bila diingat bahwa aspek kebudayaan yang kita terima begitu saja tanpa pengenalan dan pendalaman yang sadar.

      Masalah ini lebih serius lagi kalua diperhatikan bahwa pada kenyataanya nilai-nilai budaya yang disampaikan lewat proses pendidikan bukan nilai-nilai yang diperlukan oleh anak didik kita kelak dimana dia akan dewasa dan berfungsi dalam masyarakat melainkan nila-nilai konvensional yang sekarang berlaku yang didalami dan dipraktekkan oleh orang tua dan guru meraka selaku pendidik. Kesimpulan sementara penelitian Sheldon Shaeffer di kecamatan Turen, Malang (1978), menyebutkan bahwa kegiatan pendidikan dasar di sana tidak memberikan pengetahuan, nilai, sikap, yang diperlukan anak itu kelak untuk hidup dalam abad XXI.



Gordon W. Allport, Philip E. Vernon dan Gardner Lindzey, Studies of Values (Boston; Houghton-Mifflin, 1951), hlm.339.

Kamis, 30 Maret 2017

Lirik Huwannur beserta artinya


هُوَ النُّوْرُ

هُوَ النُّوْرُ يَهْدِي الْحَائِرِيْنَ ضِيَاؤُهُ

Dialah Nabi saw Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang

وَ فِي الْحَشْرِ ظِلُّ الْمُرْسَلِيْنَ لِوَاؤُهُ

Di padang mahsyar panjinya sebagai pemberi naungan


تَلَقَّى مِنَ الْغَيْبِ الْمُجَرَّدِ حِكْمَةً

Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun

بِهَا أَمْطَرَتْ فِي الْخَافِقَيْنِ سَمَاؤُهُ

Dengan hikmah itu hujanlah langit (dengan rahmat) di segala penjuru barat dan timur

وَمَشْهُوْدُ أَهْلِ الْحَقِّ مِنْهُ لَطَائِفٌ

Para saksi dari para ahli makrifah yg dalam kebenaran, menyaksikan dari beliau saw kasih sayang dan kelembutan kelembutan

تُخَبِّرُ أَنَّ الْمَجْدَ وَالشَّأْ وَشَاؤُهُ

Dikabarkan sungguh apa yg terjadi adalah dg keinginanmu (saw)

فَلِلّهِ مَالِلْعَيْنِ مِنْ مَشْهَدِ اجْتِلاَ

Padaku penglihatan apa apa yg kusaksikan sangalah berpijar luhur,

يَعِزُّ عَلَى أَهْلِ الْحِجَابِ اجْتِلاَؤُهُ

Menundukkan para pemilik kemuliaan yg masih tertutup penglihatannya dari pandangan keluhuran ini,

أَيَا نَازِحًا عَنِّي وَمَسْكَنُهُ الْحَشَا

Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam,

أَجِبْ مَنْ مَلاَ كُلَّ النَّوَاحِي نِدَاؤُهُ

Jawablah wahai saudaraku seruan (Sang Nabi saw) yang memenuhi segala penjuru,

أَجِبْ مَنْ تَوَلاَّهُ الْهَوَى فِيْكَ وَامْضِ فِي

Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu padamu (saw), dan mengalir pada-

فُؤَادِي مَايَهْوَى الْهَوَى وَيَشَاؤُهُ

Sanubariku apa apa yg dirindukan sanubari ini dan yg ia (diriku) dambakan

بَنَى الْحُبُّ فِى وَسْطِ الْفُؤَادِ مَنَازِلاً

Cinta membangun istana agung di dalam hati yg terdalam

فَلِلّهِ بَانٍ فَاقَ صُنْعًا بِنَاؤُهُ

Demi Allah, sungguh tempat itu paling tinggi dan indah di antara bangunan (tempat) yang lain

بِحُكْمِ الْوَلاَ جَرَدْتُ قَصْدِي وَحَبَّذَا

Dengan keputusan pasrah kubiarkan yg lainnya berlalu dari semua keinginanku, dan alangkah indahnya sang baginda menenangkan hati ini dari wewenang lembutnya

مُوَالٍ أَرَاحَ الْقَلْبَ مِنْهُ وَلاَؤُهُ

sang baginda menenangkan hati ini dari wewenang lembutnya

مَرِضْتُ فَكَانَ الذِّكْرُ بُرْءًا لِعَلِّتِي

(Jika) aku sakit, maka menceritakan tentangnya (saw) adalah obat bagi penyakitku

فَيَا حَبَّذَا ذِكْرًا لِقَلْبِي شِفَاؤُهُ

Sungguh indah, menyebutnya adalah obat bagi hatiku

إِذَا عَلِمَ الْعُشَاقُ دَائِي فَقُلْ لَهُمْ

Jika para perindu mengetahui penyakitku, maka atakana kepada mereka

فَإِنَّ لِقَا أَحْبَابِ قَلْبِي دَوَاؤُهُ

Sesungguhnya perjumpaan dengan kekasih hati itulah obatnya

أَيَا رَاحِلاً بَلِّغْ حَبِيْبِي رِسَالَةً

Wahai orang yang berjalan (ke Madinah) sampaikan lembaran cinta kepada kekasihku (saw)

بِحَرْفٍ مِنَ اْلأَشْوَاقِ يَحْلُو هِجَاؤُهُ

Dengan indahnya ejaan huruf-huruf kerinduan

وَهَيْهَاتَ أَنْ يَلْقَى الْعَذُوْلُ إِلَى الْحَشَا

Maka sulitlah bagi yg memusuhi cinta ini sampai kebatas yg tak mungin, mencapai jalan kebenaran dg memujinya (saw) dan mengucapkan padanya (saw)

سَبِيْلاً سَوَاءٌ مَدْحُهُ وَهِجَاؤُهُ

mencapai jalan kebenaran dg memujinya (saw) dan mengucapkan padanya (saw)

فُؤَادِي بِخَيْرِ الْمُرْسَلِيْنَ مُوَلَّعٌ

Jiwaku terbakar (karena cinta) dengan sebaik-baik utusan

وَأَشْرَفُ مَا يَحْلُو لِسَمْعِي ثَنَاؤُهُ

Dan yang terindah di pendengaranku adalah mendengar pujiannya

رَقَى فِي الْعُلى وَالْمَجْدِ أَشْرَفَ رُتْبَةٍ

Mulia dalam tanga tanga keluhuran, semulia-mulia tingkatan yg semakin luhur

بِمَبْدَاهُ حَارَ الْخَلْقِ كَيْفَ انْتِهَاؤُهُ

Dalam awal cinta dan rindu pd beliau saw akan muncul hangat membara dihati makhluk, maka bgaimana keadaan yg telah mencapai puncaknya

أَيَا سَيِّدِي قَلْبِي بِحُبِّكَ بَائِحٌ

Wahai tuanku, hatiku lebur dengan kecintaan kepadamu

وَطَرْفِيَ بَعْدَ الدَّمْعِ تَجْرِي دِمَاؤُهُ

Mata ini niscaya menangis darah setelah air mata mengering dan tak mengalir

إِذَا رُمْتَ كَتْمَ الْحُبِّ زَادَتْ صَبَابَتِي

Jika engkau sembunyikan cinta maka akan bertambah kecintaanku dan airmataku..

فَسِيَّانِ عِنْدِي بَثُّهُ وَخَفَاؤُهُ

Maka sama saja bagiku, kuungkapkan cinta itu atau kusembunyikannya

أَجِبْ يَاحَبِيْبَ الْقَلْبِ دَعْوَةَ شَيِّقٍ

Jawablah seruan kerinduan ini wahai kekasih hati

شَكَى لَفْحَ نَارٍ قَدْ حَوَتْهَا حَشَاؤُهُ

Rintihan api kerinduan telah menyelimuti lubuk hatiku

وَمَرَّ طَيْفُكَ الْمَيْمُوْنُ فِي غَفْلَةِ الْعِدَا

Maka lewatkanlah keindahan dan kelembutanmu saat hamba hamba ummatmu (saw) yg tengggelam dalam kelupaan

يَمُرُّ بِطَرْفٍ زَادَ فِيْكَ بُكَاؤُهُ

Lintasan keindahan dan kemuliaanmu yg membuat berlindangnya airmata

لِيَ اللهُ مِنْ حُبٍّ تَعَسَّرَ وَصْفُهُ

Duhai Allah, sungguh sulit cinta ini di ungkapkan

وَ لِلّهِ أَمْرِي وَالْقَضَاءِ قَضَاؤُهُ

Semua ini hanya kepada Allah kupasrahkan Karena ketentuan adalah ketentuan Nya

فَيَا رَبِّ شَرِّفْنِي بِرُؤْيَةِ سَيِّدِي

Ya Allah, muliakanlah aku dengan memandang tuanku (sayyidina Muhammad)

وَأَجْلِ صَدَى الْقَلْبِ الْكَثِيْرِ صَدَاؤُهُ

Dan bersihkanlah hati yang penuh dengan kekeruhan ini

وَبَلِّغْ عَلِيًّا مَايَرُوْمُ مِنَ اللِّقَا

Dan sampaikanlah pd diriku (Al Habib Ali Al Habsyi) pada puncak harapan untuk berjumpa

بِأَشْرَفِ عَبْدٍ جُلُّ قَصْدِي لِقَاؤُهُ

Dengan semulia-mulia hamba, dan perjumpaan dengannya adalah segala tujuanku

وَعَلَيْهِ صَلا َةُ اللهِ مَاهَبَّتِ الصَّبَا

Atasnya curahan shalawat selama angin berhembus

وَمَا أَتْرَبَ الْحَادِي فَطَابَ حِدَاؤُهُ

Sebanyak asyik merdunya qasidah pujian yg memadukan cinta padamu (saw), maka semakin indahlah pujian yg menyatukan hati dalam cinta padanya (Saw)

مَعَ اْلآلِ وَاْلأَصْحَابِ مَاقَالَ مُنْشِدٌ

Beserta keluarga, sahabat dan yang diucapkan oleh munsyid (pembaca qasidah)

هُوَالنُّوْرُ يَهْدِي الْحَائِرِيْنَ ضِيَاؤُهُ

Dialah pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang

Selasa, 28 Maret 2017

Lirik Qod Kafani dengan Artinya



قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي
Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku
مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Daripada permintaan dan usahaku
فَدُعَـائِي وابْتِهـَالِي
Doa serta permohonanku
شَـاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي
Sebagai bukti pada kefakiranku
فَلِهَذَا السِّرِّ أَدْعُـو
Oleh kerana rahasia itu aku berdoa
فِي يَسَارِيْ وَعَسَارِي
Pada saat aku senang dan susah
أَنَا عَبْدٌ صَارَ فَخْرِي
Aku adalah hamba, menjadi kebanggaanku
ضِمْنَ فَقْرِي وَاضْطِرَارِي
Dalam kefakiran dan keperluanku
يَا إِلَـهِي وَمَلِيْـكِي
Wahai tuhanku, yang memiliki aku
أنْتَ تَعْلَم كَيْفَ حَالِي
Kau Maha tahu akan keadaanku
وَبِمَا قَدْ حَـلَّ قَلْبِـي
Dan apa yang berada dalam hatiku
مِنْ هُمُوْمٍ وَاشْتِغَالِـي
Dari kesedihan dan kesibukanku
فَتَـدَارَكْنِي بِلُطْفٍ
Maka tolonglah aku dengan kelembutan
مِنْكَ يَا مَوْلَى الْمَوَالِي
Dari-Mu Wahai Tuhan seluruh hamba
يَا كَرِيْمَ الْوَجْهِ غِثْنِي
Wahai yang Maha Pemurah tolonglah hamba
قَبْلَ أنْ يَفْنَى اصْطِبَارِي
Sebelum lenyap kesabaran hamba
يَا سَرِيْعَ الْغَوْثِ غَوْثًا
Wahai pemberi pertolongan dengan segera
مِنْكَ يُدْرِكْنَا سَرِيْعًا
Berilah kami dengan segera pertolongan-Mu
يَهْزِمُ الْعُسْرَ وَيَأْتِي
Yang dapat menghilangkan kesulitan dan dapat mendatangkan
بِالَّذِي نَرْجُو جَمِيْـعًا
Dengan apa-apa yang kami harapkan semua
يا قَرِيْـبًا يا مُجِيْـبًا
Wahai yang Maha dekat, dan menjawab
يا عَلِيْمًا يا سَمِيْـعًا
Wahai yang Maha mengetahui dan mendengar
قَدْ تَحَقَّقْتُ بِعَجْزِي
Aku mengaku akan kelemahanku
وخُضُوْعِي وانْكِسَارِي
Dan ketaatan serta kesedihanku
لَمْ أَزَلْ بِالْبَابِ وَاقِفْ
Aku sentiasa menunggu di hadapan pintu rahmat-Mu
فَارْحَمَنْ ربِّي وُقُوْفِي
Wahai Tuhanku berikanlah rahmat padaku
وبِوَادِي الْفَضْلِ عَاكِفْ
Pada lembah kurnia-Mu aku berada
فَأَدِمْ ربِّي عُكُـوْفِي
Wahai Tuhanku tetapkanlah keberadaanku disana
ولِحُسْنِ الظَّنِّ لاَزِم
Aku sentiasa mempunyai prasangka baik
فَهُوَ خِلِّي وحَلِيْفِي
Ia (prasangka baik) adalah teman dan kawanku
وأَنِيْسِي وجَلِيْسِي
Juga penyenang bagiku dan yang setia bersamaku
طُوْلَ لَيْلِي ونَهَارِي
Sepanjang malam dan siangku
حَاجَةً فِي النَّفْسِ يَا ربّ
Wahai Tuhanku, dalam jiwa ini terdapat hajat
فَاقْضِهَا يا خَيْرَ قَاضِي
Tunaikanlah Wahai yang Maha Menunaikan
وأَرِحْ سِرِّي وقَلْبِي
Tenteramkanlah rahsia dan hatiku
مِنْ لَظاَهَا والشُّوَاظِ
Dari kebimbangan dan pergolakannya
فَالْهَنَا والْبَسْطُ حَالِي
Sungguh aku akan berada dalam ketenteraman dan ketenangan
وشِعَارِي ودِثَارِي
Dan juga (ketenteraman dan ketenangan) menjadi pakaianku


Senin, 06 Maret 2017

Kuan or Kual kah Aku

Kuan or Kual kah Aku

Wahai sang Researchers…..!
Yang mendoktrinku lunak dan teruntuk yang mendogmaku keras
Keras ataupun lunak keadaan ilmu tersebut, sekali ilmu akan tetap menjadi ilmu

Wahai sang Researchers…..!
Yang berfokus ringkas/sempit dan teruntuk yang berfokus kompleks/luas
Ringkas ataupun kompleks suatu ilmu, dia tak akan mempersulitmu

Wahai sang Researchers…..!
Yang condong Reduksionik dan teruntuk yang Holistik
Reduksionik ataupun Holistik suatu ilmu, dia akan tetap berbaur dengan mu

Wahai sang Researchers…..!
Yang bersifat Obyektif dan teruntuk yang bersifat Subyektif
Obyektif ataupun Subyektif suatu penilaian, ilmu akan tetap ber output kemanfaatan

Wahai sang Researchers…..!
Yang bernalar Logis dan teruntuk yang bernalar dialektif
Logis ataupun dialektif penalaranmu, ilmu akan tetap menjadi amunisimu

Wahai sang Researchers…..!
Yang ber Analisis dan teruntuk yang ber interpretasi
Analisis ataupun interpretasi caramu, ilmu akan tetap memeluk dan mendekapmu erat

Wahai sang Researchers…..!
Yang ber ikhtiar di jalur Kuantitatif dan teruntuk di jalur Kualitatif

Kuantitatif ataupun Kualitatif reserchmu, kembali membangun rakyatlah final goal mu


                                                                                                     Typed in The PM (8:37)
                                                                                                       6th of March 2017

Sabtu, 25 Februari 2017

Aku untuk Tuaku


AKU UNTUK TUAKU

Denting ruji dari Phoenix 1970 an gemercik merintik
Dia ayun melintasi lorong-lorong PB Sudirman di 11.30 am
Ternyata kala itu Friday
Bagaimanakah dengan AKU………UNTUK TUAKU

              Dia kenakan batik klasik Cendrawasih di 80 derajat tubuhnya
              Dia mahkotakan peci hitam kecoklatan di memutih rambutnya
              Dia Jubahkan sarung lusut menutupi kakinya
              Seperti apakah AKU………UNTUK TUAKU

Shof per shof dia lewati
Jamaah per jamaah dia jabati
Dia tunaikan 2 rakaat di arrivalnya
Seperti itukah AKU…………UNTUK TUAKU

              Denting ruji kembali gemercik merintik dari Phoenix 1970 nya
              Kembali dia ayun melintasi lorong-lorong PB Sudirman di 12.30 pm
              Perempuan dengan garis wajah keriput tersenyum menyabut arrivalnya
              Bisakah AKU…………UNTUK TUAKU

Bagaimanakah …… ?
Seperti apakah … ?
Seperti itukah … ?
Bisakah …… ?
Aku……,teruntuk masa tuaku



Jumat, 24 februari 2017