Empat Peran Tuhan
Pertama, Tuhan sebagai pemberi solusi atau jalan keluar atas semua problem manusia. Manusia adalah makhluk serba-terbatas. Karenanya, apa pun yang diupayakan, suatu saat pasti akan terbentur
oleh kendala-kendala, dan kebuntuan-kebuntuan. Maka, sudah menjadi kewajiban mausia untuk menyerahkan segala sesuatunya pada Allah SWT atas seluruh problem dan persoalan hidupnya. Manusia tetaplah diwajibkan berupaya, Tuhanlah yang menentukan. Bila manusia berupaya sungguh-sungguh, tawadhu', dan tidak cepat putus asa, maka Tuhan pun mengabulkan keinginanya.
Kedua, Tuhan sebagai sumber dana atau asal-usul rejeki yang tak terduga-duga. Prinsip ini begitu mendasar dan penting, dalam konteks upaya manusia mengejar kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Tuhan adalah Maha pengatur Rejeki. Bila orang mengejar semata-mata materi, benda,maka ia akan tidak memperoleh benda. Tapi bila ia bekerja keras dan mengorientasikan aktivitas kerjanya, semata-mata mengharap ridha Tuhan, mengharap kenerkahan rejeki Tuhan, maka ia akan memperoleh materi, sekaligus keridhaan Tuhan, sebagai keberkahan hidup.
Ketiga, Tuhan sebagai akuntan atau manajer dan penghidupan setiap hamba-Nya. Ini berkait dengan Tuhan sebagai pemberi rejeki. Setelah diberi rejeki yang penuh keberkahan, maka seharusnya manusia tidak melupakan kewajibannya. Dalam harta yang mereka miliki, atas hak orang lain, yang harus dikeluarkan untuk zakat dan sedekah. Tuhan Maha Memperhitungkan, maka sudah selayaknya manusia tidak bertindak berlebih-lebihan. Melainkan proprsional, wajar, dan seimbang.
Keempat, Tuhan sebagai public relation atau 'humas' atau penyampai maksud, harapan, proposal, dambaan, impian, kepada siapa saja yang diharapkan terkait dengan itu. Tuhan adalah 'harapan terkahir' dari apa pun aktivitas yang dilakaukan makhluknya. Ia Maha Berkehendak, maka barangsiapa yang senantiasa berdoa dan berbuat kebaikan, maksud-maksud dan keinginan-keinginan-nya terkabulkan. Itulah gambaran takwa kepada Allah. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memudahkan jalan dan memberikan rizki-Nya yang datangnya tidak disangka-sangka.
Begitu amat pentingnya peran Tuhan atas makhluk-Nya. Dan begitu banyak orang yang membutuhkannya, namun meremehkannya.
*Retyped from : Kitab Ketentraman
*Retyped by : Ahmad Al Jazuly


0 komentar :
Posting Komentar